Tampilkan postingan dengan label Keluarga Berkualitas dan Sakinah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Berkualitas dan Sakinah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 September 2019

Temu Kreativitas Saka Kencana Kota Salatiga 2019


Salatiga. 21 September 2019.
Kegiatan temu Kreativitas dan Kemah Bakti Saka Kencana Salatiga Berlangsung Khidmat dan Meriah, Ka Sri Sarwanti selaku Ketua Pinsaka Kencana Salatiga berharap pada kegiatan ini dapat menjadikan motivasi bagi pramuka pramuka yang ada di Kota Salatiga, dan Saka Kencana bisa menjadi unung tombak dalam menyebarkan serta sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Salatiga terutama tentang Saka Kencana dan juga NKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). Seusai Pengukuhan Pengurus Pinsaka Kencana Kota Salatiga Periode 2019-2022. Kegiatan ini berlangsung di Taman Kota Salatiga.

Senin, 01 Juli 2019

Penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019

Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) merupakan ajang untuk menggelorakan dan mensosialisasikan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang berkarakter dan sejahtera.
Sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diselenggarakan setiap tanggal 29 Juni.
Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.
Keluarga sebagai soko guru bangsa, keluarga sebagai wadah utama dan pertama dalam membina anak-anak.
Peringatan Harganas telah dilaksanakan selama 26 tahun, untuk tahun 2019 ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Sama halnya dengan tahun sebelumnya, tema peringatan Harganas XXVI Tahun 2019 ini adalah “Hari Keluarga: Hari Kita Semua”, dengan tagline “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”.
Melalui tema dan tagline tersebut diharapkan dapat mendekatkan dan meningkatkan kembali interaksi antara anggota keluarga.
Dimana, salah satunya terwujud dalam “Gerakan Kemballi ke Meja Makan” sebagai satu dari beberapa kegiatan yang digalakkan dalam momentum Harganas XXVI Tahun 2019.
Secara garis besar, peringatan Harganas X
XVI memiliki tujuan umum dalam meningkatkan peran serta pemerintah, mitra kerja, swasta, masyarakat dan keluarga tentang pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga secara optimal, yang meliputi agama, social budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan.
Penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional XXVI 2019 erat kaitannya dengan penerapan empat pendekatan Ketahanan Keluarga, diantaranya Keluarga Berkumpul (dengan meluangkan waktu antar keluarga tanpa disibukkan dengan gawai, televisi, atau alat elektronik lainnya), Keluarga Berinteraksi (dimana semua anggota keluarga meluangkan waktu berkumpul dan saling bercengkrama), Keluarga Berdaya (dimana semua anggota keluarga dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk tidak bergantung pada pihak lain), serta Keluarga Peduli dan Berbagi (suatu kegiatan dimana keluarga yang lebih mampu memiliki kepedulian untuk berbagi kepada orang lain).
beberapa rangkaian yang akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan, diantara:
  • Seminar-seminar mengenai Kesehatan Reproduksi, Keluarga, dan Remaja
  • Sosiasliasi Program Pengendalian Penduduka bagi Generasi Muda
  • Parade KIE Susur Sungai
  • Pameran dan Gelar Dagang
  • Penyerahan Penghargaan Kesatuan Gerak PKK KB Kes
  • Aksi GenRe Kalimantan Selatan : Promosi Pendewasaan Usia Perkawinan
  • Penyematan Tanda Kehormatan dan Tanda Penghargaan Bidang KKBPK Tahun 2019 pada Gala Dinner
  • Puncak Peringatan HARGANAS XXVI Tahun 2019 pada tanggal 6 Juli 2019 di Kantor Pemerintahan Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru, Provinsi Banjarbaru yang direncanakan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo.


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2019/06/29/penyelenggaraan-hari-keluarga-nasional-xxvi-tahun-2019.
Sumber Foto : bkkbn.go.id

Senin, 29 April 2019

Kaki Bengkak, gangguan saat kehamilan.


Gejala bengkak kaki saat kehamilan memasuki usia trisemester ketiga adalah gejala yang harus di waspadai sebagai tanda awal yang dari keracunan kehamilan (pre-eklampisa atau toxemia gravidarum). Pada keadaan ini, selain kaki yanhg bengkak, pada umumnya juga di jumpai peningkatan tekanan darah di atas normal (hipertensi) dan Proteiuniria (adanya zat protein dalam uirine ) . hingga saat ini , penyebab dari toksemia gravidarum atau keracunan kehamilan masih belum di ketahui secara jelas.
Untuk mengatasinya, jika muncul gejala gejala tersebut , umummya dokter menganjurkan untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan garam serta istitrahat total. Anjuran tersebut umumnya cukup berhasil untuk menghilangkan gejala pre-eklampsia. Selain itu , pemeriksaan dokter mutlak di perlukan untuk menentukan keadaan kehamilan tersebut, agar dapat di ketahui lebih dini mengenai penanganan yang harus di dapatkan oleh ibu hamil.

Sumber Artikel : Buku "Cara Sehat Selama Hamil" BKKBN

Minggu, 28 April 2019

AYO SUKSESKAN KAMPUNG KB

Dua tahun kampung kb
Kampung KB merupakan salah satu menekan pertumbuhan penduduk secara nasional. Merupakan tindak lanjut program presiden Joko Widodo yang ingin melakukan pembangunan Indonesia dari daerah pinggiran, hal itu di ungkapkan ole Plh Deputi Adpin BKKBN, M Rizal M Darmanik, saat Workshop Penguatan Kampung KB Percontohan di Bogor, awal Desember.
Pada saat workshop yang di ikuti pelaku Kampung KB yang Menjadi Percontohan di tingkat Provinsi dari unsur lurah dan tenaga fungsional BKKBN semata.
Menurut Rizal, program Kampung KB saat ini telah berjalan selama dua tahun. Tahun pertama, tahap pencanangan dan sosialisasi Kampung KB di targetkan ada di setiap Kecamatan.
Sasaran Kampung KB menjadi salah satu model miniatur pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh . program ini melibatkan seluruh bidang di lingkungan BKKBN secara sinergi dengan kementrian/ lembaga, pemangku kepentingan, dan mitra kerja sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.
“program ini di laksanakan di tingkat pemerintah terendah di seluruh Kabupaten  dan Kota di Indonesia “ jelas Rizal Damanik.

Sejak di canangkan oleh presiden Joko Widodo pada awal 2016, hingga 30 November 2018 telah terbentuk sebanyak 11839 kampung Kb di seluruh wilayah Indonesia dari total target 14401 Kampung KB. Di proyeksikan Kampung Kb percontohan akan terbentuk di setiap provinsi dan pada 2019 akan di bentuk Kampung KB percontohan di setiap Kabupaten dan Kota.

Kamis, 21 Februari 2019

Hawa Nafsu Kenikmatan Semu


Satu di antara sekian banyak godaan dunia adalah tawaran untuk menikmatiyang semu. Yang di maksud dengan kenikmatan semu adalah terpuaskannya keinginan hati dalam jangka waktu pendek. Sumber dari segala kenikmatan semu adalah hawa nafsu.
Kenikmatan semu ini bisa berhubungan dengan kenikmatan duniawi yang terus mnenerus di buru, sehingga membuat kita lupa aka kehidupan selanjutnya. sementara itu, kita menyadari bahwa kehidupan kita di dunia bukanlah kehidupan abadi. Meski demikian, kita terus saja mementingkan kehidupan dunia di atas segalanya.
Oleh sebab itu, kita perlu membuta diri kita seimbang dalam menjalani kehidupan dunia yang nyaman dan menikmatinya, akan tetapi tidak untuk melupakan kehidupan dunia, kita juga harus mengerjakan amalan amalan sebagai bekal kelak di kehidupan selanjutnya.
Kita pasti sudah meyakini bahwa kebutuhan kita terhadap rezeki dunia pasti di penuhi oleh Allah Swt, akan tetapi apakah kita akan melupakan sang pemberi rezeki? Sebagaimana kita diberi hadiah oleh seseorang dengan cuma cuma kita pasti aka mengucapkan terimakasih. sudah semestinya begitu pula perlakuan kita kepada Sang Pemberi Rezeki
Lalu bagaimana berterimakasih kepada Allah ?satu diantaranya adalah dengan memperketat amalan ibadah kita. ibadah yang di maksud tidak saja pada ubudiyah ke Allah Swt, tetapi juga ibadah sosial dan lain sebagainya. Artinya kita petrlu menyeimbangkan antara hubungan vertikal dan horizontal. Misalnya ketika kita mendapatkangaji bulanan , maka kita bersyukur kepada Allah Swt, dan sebagian kecil dari gaji itu kita sedekahkan.
Tidak melakukan syukur seperti di atas akan menggolongkan kita dalam golongan kufur nikmat. Jika sudah demikian, kecenderungannya adalah rezeki tidak menjadi berkah dan kerap terjebak dalam kemaksiatan. Kemaksiatan ini menuju kenikmatan semu
Segala maksiat pasti menawarkan kenikamatan semu. Minum - minuman keras, berzina, dan lain sebagainya. Ketika dalam kondisi melakukan kemaksiatan akan merasa kenikmatan akan tetapi setelahnya, kita tak akan merasakan apa-apa lagi, atau justru menambah masalah baru bagi kita.
Begitulah sifat dari kenikmatan semu. ia akan disertai dengan masalah baru dan sekaligus memiliki zat adiktif. Artinya, kenikmatan semu itu dapat membuat seseorang menjadi candu.
Maka dari itu tergantung pada pribadi masing masing, tingkat keimanan dan dukungan dari lingkungan. Selain itu, di butuhkan tekad yang sangat kuat dari pada hanya sekedar keinginan belaka.
usaha yang terus-menerus akan membantu kita dalam menghindari kenikmatan semu. sesuatu yang berat akan  lebih mudah jika melakukannya secara berangsur angsur serta di berikan evaluasi yang tepat.
Sumber : buku "Cara Positif Mengurangi Dorongan Seksual Sebelum Menikah"

Rabu, 25 April 2018

Menggapai Keluarga Berkualitas & Sakinah


Tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga bahagia dan melahirkan anak keturunan yang shalih/shalihah. namun demikian untuk mencapai tujuan tersebut bukanlah hal mudah. Banyak faktor yang harus di lakukan oleh pasangan yang mengingatkan  diri dalam tali perkawinan agar dapat mencapai tujuan tersebut. Di antaranya kedewasaan dalam berkeluarga yang mandiri  dan kuat, dan mempersiapkan masa depan anak- anak.
Membangun kehidupan keluarga yang berkualitas dan bahagia adalah kerja besar yang tidak hanya berdimensi keduniaan, tetapi juga sebagai wujud ketaatan seorang hamba kepada ALLAH SWT. Sebab ALLAH SWT memerintahkan kepada segenap keluarga muslim untuk mebentuk keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah. Di samping itu ALLAH SWT juga memerintahkan agar setiap keluarga muslim bisa mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas baik dari sisi agama, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.

Buku ini memberikan wawasan dalam berkeluarga kepada semua pasangan, terutama pasangan muda yang biasanya masih belum memiliki kedewasaan dalam berkeluarga
“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.”
 (QS. Albaqarah:187)

Yukk datang ke PPKS Puspa Kencana Salatiga

Sumber : buku “Menggapai Keluarga Berkualitas & Sakinah”