Selasa, 07 Maret 2017


BINA KELUARGA BALITA (BKB)

Apa itu BKB??

Bina keluarga balita adalah kegiatan yang di lakukan oleh keluarga yang memiliki anak balita (0-5 tahun) dan anak (6-10 tahun) untuk memahami dan membina kondisi dan masalah balita guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua serta anggota keluarga dalam membina tumbuh kembang anak.

Kelompok BKB adalah yang memiliki :

1.      Pengurus lebih dari orang per kelompok umur
2.       Kader yang sudah di latih lebih dari 75%
3.       Pertemuan penyuluhan lebih dari 2 kali per bulan
4.       Buku pedoman ada lengkap dan ada pengembangan
5.       Pencatatan dan pelaporan dilaksankan dengan teratur
6.       Pemantauan tumbuh kembang anak menggunakan KKA.
7.       Kemandirian sudah lebih dari 50%

Tujuan progran BKB

Meningkatkan peran orang tua serta anggota keluarga lainnya dalam pembinaan tumbuh kembang anak balita sesuai dengan usia dan tahap perkembangan yang harus dimiliki, baik secara aspek fisik, kecerdasan,emosiaonal, maupun sosial, agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang maju, mandiri dan berkualitas.

Sasaran program BKB
a.       Para calon pasangan usia subur.
b.      Keluarga dengan ibu hamil
c.       Keluarga balita dan anak.

Tidak langsung
a.       Pelaksanaan kegiatan BKB dan kegiatan sejenis.
b.      Tokoh masyarakat dan stakeholder.
c.       Fasilitator program BKB

Manfaat mengikuti BKB
Bagi orang tua:
a.        Pandai mengurus anak serta, pandai membagi waktu dan mengasuh anak
b.      Lebih luas wawasan dan pengetahuannya tentang pola asuh anak.
c.       Meningkatkan ketrampilannya dalam hal mengasuh dan mendidik balita
d.      Lebih baik dalam cara pembinaan anaknya
e.      Lebih dapat mencurahkan perhatiannya pada anaknya sehingga tercipta ikatan batin yang kuat antara anak dan orang tua.
f.        Akhirnya akan tercipta keluarga yang berkualitas.

Bagi anak:
Anak akan tumbuh dan berkembang sebagai anak yang:
a.       Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b.      Berkepribadian luhur, tumbuh dan berkembang secara optimal, cerdas terampil dan sehat.
c.       Memilik dasar kepribadian yang kuat, guna perkembangan selanjutnya.

Materi yang di berikan:
a.       Pengasuhan dan Pengembangan Anak Usia Dini
b.      Peran orang tua dalam pembinaan balita
c.       Pertumbuhan dan perkembangan balita.
d.      Media interaksi orang tua dan anak.
e.      Gerakan motorik kasar dan gerakan motorik halus
f.        Komunikasi pasif dan komunikasi aktif
g.       Kecerdasan dan menolong diri sendiri
h.      Tingkah laku sosial dan perkembangan moral dan agama.
i.         Diskusi masalah pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pengelompokan peserta BKB
Para orang tua/ peserta BKB di kelompokkan menurut umur anak yang di milikinya :
a.       Kelompok yang mempunyai anak balita 0-1 tahun
b.      Kelompok yang mempunyai anak balita 1-2 tahun
c.       Kelompok yang mempunyai anak balita 2-3 tahun
d.      Kelompok yang mempunyai anak balita 3-4 tahun
e.      Kelompok yang mempunyai anak balita 4-5 tahun
f.        Kelompok yang mempunyai anak balita 5-6 tahun
g.       Kelompok yang mempunyai anak usia 6-10  tahun


Pelayanan kegiatan BKB
a.       Penyuluhan kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak, konsep diri orang tua, serta tumbuh kembang balita.
b.      Pemantauan tumbuh kembang anak balita melalui kartu kembang anak (KKA) dan kartu menuju sehat (KMS).

c.       Kunjungan rumah oleh kader dan PLKB untuk memantau pelaksanaan atau praktek pengasuhan pembinaan 

LANSIA TANGGUH DENGAN 7 DIMENSI

LANSIA TANGGUH
·         Siapa yang disebut Lansia Tangguh?
Lansia tangguh adalah seseorang atau kelompok Lansia yang berumur diatas 60 tahun bercirikan Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif.
·         Bagaimana cara mewujudkan Lansia Tangguh?
Dapat dilaksanakan melalui Promotif (promosi), Preventif (Pencegahan), Kuratif (Pengobatan), dan Rehabilitatif (Pemulihan).
·         Apa saja program Lansia Tangguh berdasarkan 7 dimensi?
Pembangunan Keluarga Lansia tangguh ditinjau dari dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, dan lingkungan.
Bagaimana keterkaitan 7 dimensi Lansia tangguh dan 8 fungsi Keluarga?
Fungsi Agama => Dimensi Spiritual
Fungsi Sosial Budaya => Dimensi Sosial Kemasyarakatan
Fungsi Cinta Kasih => Dimensi Emosional
Fungsi Perlindungan => Dimensi Sosial Kemasyarakatan
Fungsi Reproduksi => Dimensi Fisik
Fungsi Sosial & Pendidikan => Dimensi Intelektual
Fungsi Ekonomi => Dimensi Profesional Vokasional
Fungsi Lingkungan => Dimensi Lingkungan

DIMENSI SPIRITUAL
·         Manusia adalah Makhluk yang ber-Tuhan
    Setiap orang percaya akan adanya kekuatan yang maha besar di luar kemampuan manusia. Kekuatan itu dalam agama disebut Tuhan Yang Maha Esa.
·         Apa peranan agama bagi kehidupan Lansia?
Hampir semua orang yang memasuki usia lanjut atau memasuki masa pensiun mengalami gangguan mental psikologis. Hal itu karena kurang siap menghadapi menghadapi perubahan kehidupannya. Pada kondisi ini sangat diperlukan penguatan dimensi spiritual.
·         Tanda-tanda gangguan mental psikologis pada Lansia?
Kecemasan dan ketakutan sering mengenang masa lalu
·         Bagaimana cara memperkuat keimanan Lansia?
Yakin akan keberadaan Tuhan dan sifat-sifatNya, yakin bahwa kita akan kembali kepada-Nya, yakin adanya persamaan dan perbedaan dalam kehidupan
·         Bagaimana nilai-nilai toleransi beragama dalam membimbing keimanan Lansia?
Kesamaan dari pada perbedaan persaudaraan dari pada perpecahan melaksanakan ajaran agama masing-masing.
·         Apa peran kader BKL dalam membimbing Lansia memantapkan Mental Spiritual?
Membimbing Lansia dalam mendekatkan diri kepada Tuhan membimbing Lansia berserah diri dan ikhlas pada NYA.
·         Apa peran keluarga dan masyarakat dalam pembinaan spiritual lansia?
Memberikan fasilitas keagamaan yang sederhana antara lain; peralatan ibadah, kitab suci, buku-buku agama.
Menyediakan waktu pada acara keagamaan dan perayaan hari-hari besar bersama keluarga serta masyarakat

DIMENSI INTELEKTUAL
Otak adalah pusat berfikir, pusat fungsi emosi, pengendalian semua fungsi tubuh.
·         Apa akibatnya bila sel-sel syaraf otak berkurang?
Bila berkurang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer (pikun) dengan gejala sebagai berikut:
-        Gangguan memori/ingatan
-        Gangguan orientasi waktu, tempat dan orang
-        Kesulitan berpikir abstrak
-        Perubahan suasana hati dan perilaku, seperti agresif, cepat marah, kehilangan minat untuk berinteraksi

·         Apa pengertian intelektual?
Adalah kemampuan seseorang dalam menerima, memahami dan menyimpan informasi serta kemampuan menggunakan dan mengamalkannya sehari-hari.
·         Kondisi apa yang dialami Lansia bila terjadi penurunan fungsi intelektual?
Gangguan persepsi, penurunan konsentrasi, gangguan bahasa dalam komunikasi, penurunan daya ingat.
·         Konsisi apa yang dialami Lansia bila terjadi penurunan fungsi intelektual?
Gangguan persepsi, penurunan konsentrasi, gangguan bahasa dalam komunikasi, penurunan daya ingat.
·         Stimulasi apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan/ mempertahankan fungsi intelektual?
Membaca, menulis, mengarang, dan berkesenian. Melakukan permainan-permainan (catur, halma, congkak, ular tangga, teka-teki silang, puzzle, dan lainnya) meningkatkan silaturahmi, rekreasi dengan keluarga. Senam otak (Brain exercise)
·         Bagaimana cara melakukan stimulasi otak?
Senam otak (brain exercise), bercerita/mendongeng.
·         Bagaimana cara untuk melakukan senam otak?
Dengan cara melakukan gerakan yang harmonis antara anggota tubuh bagian kanan dan kiri untuk memicu otak kanan maupun otak kiri agar memperlambat penurunan fungsi intelektual, dengan tujuan mengaktifkan aliran darah yang akan memberikan suplai oksigen ke otak, agar otak dapat berfungsi optimal
·         Apa manfaat bila bercerita/mendongeng?
Membina hubungan dengan anak-anak. Anak dan Lansia sama-sama senang. Memberdayakan lansia melatih kesabaran Lansia

DIMENSI FISIK
·         Perubahan apa saja yang terjadi pada Lansia?
Lansia mengalami perubahan fisik, mental dan sosial secara alamiah dengan bertambahnya usia.
·         Perubahan fisik
Ditandai dengan penurunan aktivitas fisik, mudah lelah, pendengaran berkurang, penglihatan menurun, rambut memutih, dan kulit kering dan keriput, gigi geligi mulai tanggal dan lainnya.
·         Perubahan mental
Ditandai dengan menyendiri, sulit tidur, kesedihan karena ditinggal pasangan atau orang terdekat, mudah tersinggung, depresi dan demensia/pikun
·         Perubahan sosial
Ditandai dengan kecenderungan menyendiri, tidak punya gairah hidup untuk berkumpul dengan teman sebaya, keluarga besar, anak dan cucu.
·         Perubahan kesehatan reproduksi apa saja yang perlu diketahui Lansia?
Pada lansia dapat terjadi perubahan fungsi seksual, pada laki-laki disebut andropause, dan pada perempuan disebut monopause
·         Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memelihara kesehatan Lansia?
Aktivitas Fisik
Jalan kaki, berlari santai, naik sepeda, dan berenang, latihan otot dengan bola basket, latihan otot kaki.
Makanan Sehat
Makan makanan yang sehat dan seimbang. Makan sering dalam porsi sedikit. Banyak makan sayuran hijau atau buah anekawarna. Protein nabati berupa tempe, tahu minum air putih sebanyak 8-12 gelas/hari, cukup tidur, latihan pernafasan, menghindari asupan alkohol, tidak merokok, pemeriksaan kesehatan berkala, perawatan kesehatan Lansia.
Berhubungan dengan aktivitas ehari-hari. Tidak berbaring terlalu lama karena dapat terjadi luka (decubitus). Lansia yang sering berbaring dan menggunakan kursi roda perlu mendapatkan pijatan di daerah tungkai bawah agar otot tungkai tidak mengecil.
·         Alat bantu sederhana apa saja yang dapat dipakai oleh Lansia/
Penglihatan yang berkurang dibantu dengan kacamata. Pendengaran yang berkurang dibantu dengan alat bantu pendengaran. Gigi yang hilang / ompong dapat menggunakan gigi palsu.

DIMENSI EMOSIONAL
·         Apa yang dimaksut dengan emosi?
Emosi merupakan reaksi dari apa yang ada di pikiran. Emosi manusia yang di bagi dua yaitu:
Emosi positif (menyenangkan)
Emosi negatif (tidak menyenangkan)
·         Apa yang dimaksut dengan kondisi emosional?
Adalah keadaan psikologis meliputi aspek kemampuan berpikir, perasaan, maupun sikap yang tampak melalui perilaku yang dapat di amati.

Kecerdasan emosi ( emotional quotient/ EQ ) adalah kemampuan seseorang untuk: mengenali emosi, mengendalikan / mengontrol emosi , turut merasakan perasaan orang lain (empati)

Lima tipe kepribadian:
Kepribadian konstruktif, kepribadian mandiri, kepribadian tergantung, kepribadian bermusuhan, kepribadian kritik diri.
·         Masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia:
Kecemasan dan ketakutan, mudah tersinggung, rasa kesepian, hilangya rasa percaya diri, bermimpi masa lampau, egois
Kekerasan yang terjadi pada lansia yaitu kekerasan lingkungan, kekerasan dalam rumah.
·         Bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan lansia?
Menunjukkan antusiasme, memberikan  senyuman yang tulus , melakukan kontak mata menjadi pendengar yang baik. Menanyakan minat mereka, membina kedekatan emosional.
·         Bagaimana cara pemberdayaan lansia?
Lansia mempersiapkan diri untuk menyesuaikan dengan keadaan , baik ekonomi, keluarga dan lingkungan.
Masyarakat mengikutsertakan dalam kegiatan di lingkungannya dengan memperhatikan kondisi lansia dan menjaga tali silaturahim.
Keluarga menyediakan waktu , memberi perhatian , menciptakan suasana yang menyenangkan , memfasilitasi kegiatan sesuai dengan keinginannya.

DIMENSI SOSIAL KEMASYARAKATAN
·         Apa yang di maksut dengan sosial kemasyarakatan?
Berupaya untuk membangun keluarga dan masyarakat dalam bentuk pendapingan, perawatan , dan kemandirian agar mampu merawat diri dan dapat melakukan aktivitas sehari hari.
·         Bagaimana membangun kepedulian dengan sesama?
Memebrikan santunan
Melakukan silaturahim
Mengunjungi lansia yang sakit
Melayat lansia yang meninggal
·         Siapa yang memberikan perlindungan pada lansia?
Perlindungan pada lansia dapat dilakukan oleh keluarga dan masyarakat
·         Bentuk bentuk perlindungan pada lansia?
Menghormati pada lansia, memperhatikan kebutuhan dasar lansia, memberikan pelayanan sosial di dalam keluarga dan masyarakat, memberikan bantuan/ santunan bagi lansia kurang mampu, membantu melakukan  pendekatan dan perlindungan hukum kepada berwenang, memberikan bantuan pemberdayaan dan usaha ekonomi produktif bagi lansia.
·         Kegiatan sosial kemasyarakatan apa yang dapat di ikuti  lansia?
Kegiatan di bidang keagamaan , ikut serta dalam kegiatan hari besar Nasional, kegiatan gotong royong dan bakti sosial, kegiatan ekonomi produktif bagi lansia, kegiatan penyaluran hobi dan bakat, menjadi guru tamu atau mentor (berbagi pengalaman), dan lainnya.
·         Apa yang di maksut interaksi sosial?
Interaksi sosial di artikan sebagai hubungan sosial timbal balik antara lansia dengan lansia , lansia dengan keluarga, dan lansia dengan masyarakat.
·         Bagaimana cara interaksi sosial dengan pada lansia?
Lansia di aja berdialog
Lebih banyak mendengarkan
Menanggapi dengan positif
Hindari interaksi pada waktu istirahat.

DIMENSI PROFESIONAL VOKASIONAL


Siapa yang Disebut Lansia Potensional ?
Lansia potensial adalah warga lanjut usia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang dan atau jasa
Lansia di kategorikan menjasi 3 kelompok besar:
Kelompok mapan dan berkualitas, baik secara fisik maupun ekonomi, Kelompok purnabakti yaitu para pensiunan dari PNS, TNI, POLRI,BUMN yang berjumlah lebih dari 10 juta kelompok lansia Lansia Miskin dan rentan.

Pengertian Profesional Vokasional
Seorang yang ahli dalam bidangnya dan sebagai mata pencaharianya , Menguasai ilmu pengetahuan menjunjung tinggi etika dan integritas
Seorang yang hidup dengan mempraktikan suatu keahlian tertentu dan terlibat kegiatan tertentu.

Bagaimana Cara Mengembangkan Kemampuan Professional Vokasional Lansia ?
Lansia memiliki banyak kelebihan, baik dari sisi kemampuan  maupun kesempatan yang dapat di kembangjan untuk meningkatkan kualitas diri dan kehidupanya

Bagaimana Cara Mengembangkan Kemampuan Profesional Vokasional Lansia?
Lansia memiliki banyak kelebihan baik dari sisi kemampuan maupun kesempatan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri dan kehidupanya

Apakah Ciri-Ciri Seorang Professional ?
Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku mendeati paling sempurna, meningkatkan profesi, mengembangkan kualitas, dan memiliki komitmen kepada profesi.

Peluang Profesional Vokasional Apa  Saja yang Dimiliki oleh Lansia?
Bila lansia seorang dokter, ia dapat melakukan Promosi kesehatan bagi masyarakat
Bila lansia sebagai pengacara, ia dapat memberikan penyuluhan hokum bagi masyarakat
Lansia berpeluang untuk melakukan pengasuhan kepada anggota keluarga atau anak cucunya
Lansia sebagai mentor
Lansia sebagai relawan social

Lansia sebagai pengembang industrri dan usaha ekonomi prosuktif.

DIMENSI LINGKUNGAN
·         Apa yang dimaksut lingkungan?
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.
·         Bagaimana pengelompokan lingkungan untuk mewujudkan kota/desa ramah lansia?
Lingkungan fisik meliputi : lingkungan yang beraktifitas , bersih dan sehat, alam sekitar yang aman dan nyaman.
Lingkungan bukan fisik, meliputi : lingkungan mental spiritual dan lingkungan sosial budaya.
Kegiatan yang dapat di lakukan dalam mewujudkan lingkungan yang ramah terhadap kualitas hidup manusia melalui pengeloalaan 3R:
Reuse = menggunakan kembali.
Reduse = mengurangi pemakaian
Recycle =  daur ulang
·         4 kriteria pembangunan kota/desa yang ramah lansia, yaitu mencakup:
- ruang dan bangunan  terbuka
- perumahan
- dukungan masyarakat dan, pelayanan kesehatan
- transportasi

Lingkungan mental spiritual di perlukan agar lansia dapat ketenangan batin dalam penerapan nilai-nilai keagamaanya.
Lingkungan sosial budaya, di perlukan karena selalu berubah dari waktu ke waktu.



Senin, 06 Maret 2017

Membentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja )

SASARAN DAN RUANG LINGKUP

1.      Sasaran (audience)
Sasaran  yang terkait dengan pembentukan, pengembangan, pengelolaan, pelayanan, dan peminaan PIK Remaja, sebagai berikut:
a.       Pembina
Pembina PIK Remaja adalah sesorang yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap maslah-masalah remaja, memberi dukungan dan aktif membina PIK remaja , baik yang berasal dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau organisasi kepemudaan atau remaja lainya seperti :
1)      Pemerintah: kepala desa/Lurah, Camat, Bupati, wali kota, Pimpinan SKPDKB.
2)     Pimpinan LSM : pimpinan kelompo-kelompok Ormas (seperti : pengurus Masjid, Pendeta, Pastur, pedande, Biksu)  Dan  pimpinan keloompok dan organisai pemuda.
3)      Pimpinan media masa. (Surat Kabar, Majalah, radio dan TV )
4)      Rektor/Dekan, kepala SLTP, SLTA, pimpinan pondok pesantren, komite Sekolah.
5)      Orang tua, melalui program bina keluarga remaja (BKR) majlis Ta’lim, Program PKK.
6)      Pimpinan Kelompok sebaya melalui program Karang Taruna, Pramuka, Remaja masjid/Gereja/Vihara.
b.      Pengelola PIK remaja
Pengelola PIK remaja adalah pemuda/remaja yang punya komitmen dan mengelola langsung PIK Remaja serta telah mengikuti pelatihan dengan mempergunakan modul dan kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis. Pengelola PIK Remaja terdiri dari ketua, Bidang Administrasi, Bidnag Program dan kegiatan, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya.

2.      Ruang Lingkup PIK Ramaja
Ruang Lingkup PIK Remaja meliputi aspek-aspek kegiatan pemeberian informasi PKBR, pendewasaan usia perawinan, keterampilan hidup (Life Skills ),pelayanan Konseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan, dan kegiatan-kegiatan pendukung lainya sesuai dengan ciri dan minat remaja.
PIK Remaja tidak mengikuti tingkatan wilayah administrasi seperti tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkta kabupaten/Kota atau provinsi . Artinya PIK Remaja dapat melayaninremaja lainya yang berada di luar lokasi wilayah administrasinya. PIK Remaja dalam penyebutanya bias dikaitkan dengan tempat dan isntitusi pembinanya seperti PIK Remaja sekolah, PIK Remaja Masjid, PIK Remaja Pesantren dan lain-lain.


BINA KELUARGA LANJUT USIA


A.     Latar Belakang Teknik Fasilitas
Fasilitator dituntut untuk dapat memenuhi sejumlah prinsip pembelajaran tertentu, tetapi untuk mengimplemantsikaan kurikulum dengan baik tampaknya masih ditemukan berbagai kendala, antara lain motivasi dan kemampuan fasilitator serta keterbatasan sarana /media pembelajaran. Dengan demikian, seorang fasilitator di tuntut untuk dapat mengelola pembelajaran dan mengembangkan bentuk-bentuk strategi pembelajaran yang lenih tepat dan sesuai .

B.      Pengertian
Fasilitas atau teknik fasilitas dalam pelatihan adalah cara/upaya untuk membantu mempermudah peserta pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilanya. Fasilitator adalah orang yang bertugas mengelola  proses dialog untuk mendukung kegiatan belajar mengajar agar peserta dapat mencapai tujuan pembelajaranya, mendorong peserta untuk percaya diri menyampaikan pengalaman dan pikiranya, mengajak peserta untuk mendengarkan.

C.     Sasaran
Tim fasilitor yang akan memfasilitasi proses belajar mengajar dalam pelatihan Bina Keluarga Lansia (Lansia ) dan rentan.

D.     Tujuan Fasilitas
1.      Menyiapkan peserta untuk mengikuti pembelajaran PMB
2.      Meningkatkan pengetahuna, sikap dan keterampilan peserta dalam suasana belajar kondusif
3.      Mempermudah penapaian tujuan pembelajaran.


E.      Peran Fasilitator
Peran yang harus dilakukan oleh  fasilitator antara lain sebagai komunikator, motivator, moderator, inisiatif, konselor, supervisor, dan evaluator.

F.       Sikap Fasilitator
Sikap yang perlu dimilki oleh fasilitator untuk menciptakan proses belajar yang efektif adalah empati, wajar, respek, komitmen, mengakui kehadiran orang lain, membuka diri, tidak menggurui, tidak menjadi ahli, tidak memutus pembicaraan, tidak mendebat, tidak deskriminatif, ramah, bersahabat, dan komunikatif.
Prinsip Balajar Orang Dewasa
1. Orang dewasa mempunyai konsep diri
2. Orang dewasa kaya akan pengalaman
3. Orang dewasa mempunyai kesiapan belajar
4. Orang dewasa memilki motivasi yang tinggi  untuk belajar
5. Orang dewasa telah memiliki banyak peran dan tanggungjawab
6. Orang dewasa kurang percaya pada kemampuan diri untuk belajar kembali
7. orang dewasa berpandangan untuk segera menerapkan hasil belajarnya
8. Orang dewasa dapat belajar
9. Orang dewasa mempunyai suasana yang bersifat non formal
10. Belajar  merupakan proses yang terjadi pada orang dewasa.

Gaya Belajar Orang Dewasa
Mengalami, mengungkapkan, menganalisis, menggeneralisasi/ manarik kesimpulan, dan menerapkan.

Kemampuan Yang Harus Dimilki Oleh Fasilitator
a.       Penguasaan Materi
Penguasaan materi yang prima dengan sendirinya dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membangkitkan kepercayaan diri peserta pelatihan

b.       Keterampilan mengelola PMB  (proses Belajar Mengajar )
Beberapa kemampuan yang harus dimilki oleh seorang fasilitator dalam mengelola PMB secara baik antara lain: menyusun rencana pembelajaran, memilih metode pembelajaran, memeilih mdia pembelajaran, dan memahami dasar-dasar PMB.
TEKNIK FASILITAS DENGAN TEAM TEACHING
Team teaching merupakan strategi pembelajaran dalam proses pembelajaranya dilakukan oleh lebih dari satu fasilitator dengan pembagian peran dan tanggung jawab masing- masing.

TAHAP PEMBELAJARAN DENGAN STRATEGI TEAM TEACHING
1.      Tahap Awal
a.      Perencanaaan pembelajaran disusun secara bersama
b.      metode pembelajaran disusun bersama
c.       Partner team teaching memahami materi dan isi pembelajaran
d.      Pembagian peran dan tanggungjawab secara jelas.
2.      Tahap Inti
a.       Satu fasilitator sebagai pemateri dan satu orang sebagai pengawas dan pembantu tim
b.      dua orang fasilitator bergantian sebagai pemateri
3.      Tahap Evaluasi
a.       Evaluasi fasilitator
b.      Evaluasi peserta