Kamis, 15 Oktober 2020

Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Kelompok PIK Remaja di Kampung Tingkir Lor Tahun 2020

 




Kebijakan Pembangunan Keluarga diarahkan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan SDM yang berkualitas dilahirkan dari keluarga-keluarga yang berkualitas. Pemerintah sebagai penyelenggara negara dituntut aktif membangun kualitas manusia demi tercapainya cita-cita bangsa, yakni bangsa yang mandiri dan berdaulat, dari sisi sosial, budaya dan ekonomi.

Undang-undang No. 52 Tahun 2009 pada pasal 48 bahwa Peningkatan Kualitas Remaja dilakukan dengan memberikan akses informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. Pembinaan Ketahanan Remaja merupakan bagian dari kebijakan Pembangunan Keluarga dalam upaya menyiapkan :

1.    Remaja sebagai calon orang tua agar mampu membangun keluarga berkualitas sehingga melahirkan generasi yang juga berkualitas

2.    Remaja sebagai calon penduduk usia produktif agar mampu menjadi aktor/pelaku pembangunan.

Outcome dari Pembinaan Ketahanan Remaja adalah terbentuknya Generasi Berencana (GenRe), yaitu remaja yang memiliki perencanaan dalam mempersiapkan dan melewati transisi kehidupan remaja dengan mempraktikkan hidup bersih dan sehat, melanjutkan pendidikan, memulai berkarir, menjadi anggota masyarakat yang baik serta membangun keluarga yang berkualitas.

Saat ini hampir 35% penduduk Indonesia merupakan kaum milenial dan Zillenial.   

Untuk membentuk karakter positif remaja dalam menghadapi bonus demografi, maka perlu diarahkan melalui wadah remaja (PIK Remaja, Saka Kencana) sehingga mampu menjadi penggerak dalam membangun ketahanan remaja dengan komunitas sebayanya.

Generasi berkualitas tentu tidak lepas dari kemandirian secara ekonomi. Keluarga perlu menanamkan pengelolaan keuangan yang baik mulai dari masa anak-anak hingga dewasa. Diajari untuk tidak boros dan bahkan mandiri secara keuangan, dengan mulai belajar menjadi wira usaha. Sehingga saat dewasa dan berkeluarga, generasi kita merupakan generasi yang sejahtera, memiliki usaha ekonomi produktif dan memiliki investasi. 

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ucapkan selamat mengikuti  pertemuan ini,  semoga informasi yang didapatkan dalam kegiatan ini dapat disosialisasikan,  diimplementasikan dan bermanfaat bagi remaja di wilayahnya masing-masing.





Selasa, 08 September 2020

Terimakasih Ibu Sri Sarwanti

Terimakasih atas bimbingan dan arahan yang Ibu berikan selama di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Salatiga, Terima Kasih Ibu Sri Sarwanti, ibu akan selalu menjadi teladan bagi kami



Minggu, 22 September 2019

Temu Kreativitas Saka Kencana Kota Salatiga 2019


Salatiga. 21 September 2019.
Kegiatan temu Kreativitas dan Kemah Bakti Saka Kencana Salatiga Berlangsung Khidmat dan Meriah, Ka Sri Sarwanti selaku Ketua Pinsaka Kencana Salatiga berharap pada kegiatan ini dapat menjadikan motivasi bagi pramuka pramuka yang ada di Kota Salatiga, dan Saka Kencana bisa menjadi unung tombak dalam menyebarkan serta sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Salatiga terutama tentang Saka Kencana dan juga NKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). Seusai Pengukuhan Pengurus Pinsaka Kencana Kota Salatiga Periode 2019-2022. Kegiatan ini berlangsung di Taman Kota Salatiga.

Minggu, 04 Agustus 2019

MENGAPA SIH PERLUNYA DUTA GENRE??

Latar Belakang

Dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini, BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe). Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.
Untuk mencapai tujuan diatas, maka di dalam program GenRe dikembangkan materi-materi diantaranya adalah Kesehatan Reproduksi Remaja, Life Skill, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga, serta Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Program GenRe dilaksanakan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dengan pendekatan dari, oleh dan untuk remaja sesuai dengan kecenderungan remaja yang lebih menyukai bercerita tentang permasalahannya dengan teman sebaya.
Pada saat ini, PIK Remaja berjumlah sekitar 23.579 tersebar di 34 Provinsi yang diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas dan saling tukar informasi. PIK Remaja dikembangkan melalui jalur pendidikan dan masyarakat. Jalur pendidikan meliputi sekolah, perguruan tinggi, dan pesantren. Di jalur masyarakat diantaranya melalui organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan komunitas remaja. Kedua jalur tersebut merupakan sasaran yang penting untuk mendekati komunitas remaja.
Dalam rangka meningkatkan sosialisasi dan promosi program GenRe, khususnya pengembangan PIK Remaja sebagai sebuah wadah pelayanan informasi dan konseling, maka diperlukan figur motivator dari kalangan remaja. Figur motivator inilah yang akan menjadi wakil atau Duta GenRe. Dengan adanya Duta GenRe, sosialisasi dan promosi program GenRe dilingkungan remaja akan lebih efektif karena komunikasi yang terjalin dilakukan dengan pendekatan dari, oleh dan untuk remaja sehingga menjadi ramah remaja. Disamping itu, di lingkungan remaja secara umum, ikon Duta GenRe dirasa memberi nilai lebih dalam hal sosialisasi dan promosi program GenRe.

Tujuan
  • Tujuan Umum
Meningkatkan sosialisasi dan promosi Program KKBPK melalui program GenRe di kalangan remaja agar memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang positif dalam pengembangan diri secara mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial.
  • Tujuan Khusus
a. Mengembangkan citra positif Program GenRe melalui figur Duta GenRe.
b. Meningkatkan promosi Program KKBPK di lingkungan remaja.
c. Menambah luas jejaring kemitraan dan pemangku kepentingan terhadap program GenRe dan KKBPK melalui Duta GenRe.

Sumber : http://www.genreindonesia.com/duta-genre-indonesia/

Senin, 01 Juli 2019

Penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019

Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) merupakan ajang untuk menggelorakan dan mensosialisasikan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang berkarakter dan sejahtera.
Sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diselenggarakan setiap tanggal 29 Juni.
Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.
Keluarga sebagai soko guru bangsa, keluarga sebagai wadah utama dan pertama dalam membina anak-anak.
Peringatan Harganas telah dilaksanakan selama 26 tahun, untuk tahun 2019 ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Sama halnya dengan tahun sebelumnya, tema peringatan Harganas XXVI Tahun 2019 ini adalah “Hari Keluarga: Hari Kita Semua”, dengan tagline “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”.
Melalui tema dan tagline tersebut diharapkan dapat mendekatkan dan meningkatkan kembali interaksi antara anggota keluarga.
Dimana, salah satunya terwujud dalam “Gerakan Kemballi ke Meja Makan” sebagai satu dari beberapa kegiatan yang digalakkan dalam momentum Harganas XXVI Tahun 2019.
Secara garis besar, peringatan Harganas X
XVI memiliki tujuan umum dalam meningkatkan peran serta pemerintah, mitra kerja, swasta, masyarakat dan keluarga tentang pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga secara optimal, yang meliputi agama, social budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan.
Penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional XXVI 2019 erat kaitannya dengan penerapan empat pendekatan Ketahanan Keluarga, diantaranya Keluarga Berkumpul (dengan meluangkan waktu antar keluarga tanpa disibukkan dengan gawai, televisi, atau alat elektronik lainnya), Keluarga Berinteraksi (dimana semua anggota keluarga meluangkan waktu berkumpul dan saling bercengkrama), Keluarga Berdaya (dimana semua anggota keluarga dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk tidak bergantung pada pihak lain), serta Keluarga Peduli dan Berbagi (suatu kegiatan dimana keluarga yang lebih mampu memiliki kepedulian untuk berbagi kepada orang lain).
beberapa rangkaian yang akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan, diantara:
  • Seminar-seminar mengenai Kesehatan Reproduksi, Keluarga, dan Remaja
  • Sosiasliasi Program Pengendalian Penduduka bagi Generasi Muda
  • Parade KIE Susur Sungai
  • Pameran dan Gelar Dagang
  • Penyerahan Penghargaan Kesatuan Gerak PKK KB Kes
  • Aksi GenRe Kalimantan Selatan : Promosi Pendewasaan Usia Perkawinan
  • Penyematan Tanda Kehormatan dan Tanda Penghargaan Bidang KKBPK Tahun 2019 pada Gala Dinner
  • Puncak Peringatan HARGANAS XXVI Tahun 2019 pada tanggal 6 Juli 2019 di Kantor Pemerintahan Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru, Provinsi Banjarbaru yang direncanakan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo.


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2019/06/29/penyelenggaraan-hari-keluarga-nasional-xxvi-tahun-2019.
Sumber Foto : bkkbn.go.id