Selasa, 21 September 2021

BHAKTI SOSIAL PELAYANAN KB DALAM RANGKA TNI MANUNGGAL KB KESEHATAN DI KOTA SALATIGA TAHUN 2021



Salatiga, 21 September 2021, Dalam rangka meningkatkan capaian pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi jangka Panjang ) TNI turut berperan serta dalam mendukung Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana) melalui Bhakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan , mulai tanggal 5 September – 4 Oktober 2021

Adapun di Kota Salatiga akseptor yang terdaftar sampai dengan tanggal 21 September yaitu :
MOW         = 10 Akseptor
Implant     = 75 Akseptor
IUD            = 58 Akseptor
MOP           = 1 Akseptor
Yang dilayani di beberapa Faskes di Kota Salatiga

#banggakencana
#BerencanaItuKeren
#2anaklebihsehat
#tnimanunggalkbkesehatan
#ppkspuspakencana












Kamis, 08 Juli 2021

Selamat hari keluarga nasional ya…

Setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai hari keluarga nasional. Peringatan hari keluarga nasional dimaksudkan sebagai peringatan betapa pentingnya peran keluarga dalam masyarakat Indonesia. Keluarga diharapkan memiliki peran besar dalam memperkuat ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, yang dimulai dari keluarga.

Tema yang diangkat pada 20 juni 2021 ini adalah Keluarga Keren, Cegah Stunting. Hari Keluarga Nasional tahun ini menjadi momentum bagi setiap keluarga Indonesia untuk bersama-sama menyelamatkan anak-anak Indonesia dari ancaman stunting karena stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

Salah satu fungsi keluarga adalah fungsi perlindungan termasuk perlindungan dari segi kesehatan. Kemampuan keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatan pada keluarga termasuk stunting dapat dinilai dari coping score keluarga.

Kriteria coping score keluarga adalah:

  1. : Keluarga tidak peduli dengan anggota keluarga yang sakit
  2. : Keluarga hanya sesekali memperhatikan anggota keluarga yang sakit
  3. : Keluarga memperhatikan anggota keluarga yang sakit dan masih tergantung membutuhkan orang lain sebagai pengingat (seperti kader, penyuluh, bidan, perawat atau dokter)
  4. : Keluarga memperhatikan anggota keluarga yang sakit secara penuh, kadang-kadang saja membutuhkan orang lain sebagai pengingat pengingat (seperti kader, penyuluh, bidan, perawat atau dokter)
  5. : Keluarga dapat secara penuh memperhatikan pasien anggota keluarga yang sakit , dapat melakukan upaya pencegahan dan pengobatan awal secara mandiri serta mengetahui kapan harus menghubungi dokter.

Coba kita nilai, posisi keluarga kita ada di skor berapa ya? Untuk menuju kemandirian keluarga dalam mengatasi kesehatan atau coping score 5 tentu perlu upaya-upaya keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tentang isu kesehatan keluarga.

Untuk keluarga dengan balita, stunting merupakan masalah kesehatan yang perlu dipahami. Stunting, menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi, berulangnya infeksi dan kurangnya stimulasi psikososial. Stunting pada balita membutuhkan perhatian khusus karena menghambat efek pada perkembangan fisik, mental dan kecerdasan anak. Dampak stunting pada kesehatan antara lain gagal tumbuh, hambatan kecerdasaan saat sekolah dan penyakit saat dewasa seperti diabetes, obesitas, stroke dan penyakit jantung.

Jadi yang perlu dilakukan keluarga dengan balita untuk pencegahan stunting antara lain:

  1. Berikan ASI Eksklusif pada bayi baru lahir sampai berumur 6 bulan
  2. Berikan makanan pendamping ASI yang sesuai, sesuai umur (dimulai setelah umur 6 bulan), sesuai jenis (diberikan bertahap dari makanan lumat, makanan lunak dan makanan padat) dan higienis (bersih)
  3. Berikan makanan bervariasi sesuai menu gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak serta vitamin dan mineral
  4. Pantau tumbuh kembang dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan di posyandu atau di mengukur mandiri di rumah
  5. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di 5 waktu wajib yaitu sebelum menyusi bayi, sebelum memegang makanan, sebelum makan, setelah buang air dan setelah beraktifitas diluar.
  6. Segera bawa anak ke dokter jika sakit.
  7. Berikan anak vitamin A setahun 2 kali di bulan februari dan agutus.
  8. Berikan anak obat cacing setahun sekali.
  9. Berikan anak zink jika anak diare.
  10. Jangan lupa imunisasi balita dengan lengkap
  11. Jangan lupa berikan stimulasi pada balita dengan mengajak bermain, mengobrol, membacakan buku atau sekedar memeluk dan menggendong anak.

Keluarga dengan balita yang sudah melakukan hal-hal diatas dengan mandiri berarti sudah mempunyai coping score 5 artinya sudah dapat mandiri menjaga kesehatan anggota keluarganya yang balita. Bagi yang belum, ayo kita tingkatkan lagi dengan terus belajar bersama dengan mencari informasi kesehatan anak dari sumber terpercaya seperti satyagatra ini atau ikut konsultasi online satyagatra. Silahkan menghubungi kami, kami akan siap sedia bertumbuh bersama keluarga Indonesia untuk menyelamatkan balita Indonesia dari stunting. Keluarga Keren, (bisa) Cegah Stunting!


Penulis: dr Yusnita

Editor : Nur Ainun Sidabutar

Selasa, 06 April 2021

Lokakarya Daerah Program BANGGA KENCANA di Kota Salatiga Tahun 2021

    Kegiatan Lokakarya Daerah Program Bangga Kencana di Kota Salatiga Tahun 2021, dalam rangka menunjang keberhasilan  penyelenggaraan Program Pembangunan Keluarga,  Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kegiatan ini bertujuan agar Pemangku Kebijakan, Perangkat Daerah, Mitra Kerja dan Organisasi Masyarakat dapat bersinergi dalam peningkatan komitmen dan peran, serta mengembangkan Program Bangga Kencana di Kota Salatiga.

Peserta kegiatan ini adalah 80 orang dia antaranya adalah para Pemangku Kebijakan, Perangkat Daerah, Mitra Kerja dan Organisasi Masyarakat di Kota Salatiga. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yaitu  Senin-Selasa/5-6 April 2021di Ruang Pertemuan Kec. Argomulyo.  Jl. Argosari Raya, Randuacir, Argomulyo.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Memberikan kontribusi secara nyata dalam upaya keberhasilan program Bangga Kencana di Kota Salatiga dalam rangka menciptakan Salatiga yang SMART (Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat). Melalui Program Bangga Kencana diharapkan dapat ikut berperan dalam pencegahan dan penanganan Stunting di Indonesia pada umumnya dan di Kota Salatiga pada khususnya dalam rangka Menuju Indonesia Bebas Stunting. Memberikan Informasi, Edukasi dan Motivasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kota Salatiga agar masyarakat juga ikut berperan langsung dalam pelaksanaan program Bangga Kencana demi terwujudnya keluarga yang bahagia, sejahtera, mandiri, bermartabat dan berkualitas.

#banggakencana

#berencanaitukeren

Selasa, 09 Maret 2021

Pembinaan Ketahanan Keluarga berbasis BKB

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Salatiga menghadiri acara Pembinaan Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di Kampung KB Kota Salatiga Tahun 2021. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pelindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga di Aula Kantor Kecamatan Sidomukti, dihadiri oleh 80 orang Kader BKB dari 5 Kampung KB di Kota Salatiga, pada 

Alasan mengapa Bina Keluarga Balita (BKB) penting :

Kualitas SDM  ditentukan oleh kualitas pembinaan keluarga sejak dini, ingat “1000 Hari Pertama Kehidupan.

Tumbuh kembang anak dapat optimal melalui interaksi orangtua dan anak secara efektif. 

Masa balita khususnya usia 0-3 th adalah masa keemasan atau golden period.

Apabila “masa emas dilewatkan”, Balita akan mengalami keterlambatan dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal, yang saat ini dikenal dengan istilah “stunting” atau gagal tumbuh.

Ibu Balita harus ber-KB, agar anak SEHAT

Jadilah “Orang Tua Hebat”

Peran PKK dan kader Bina Keluarga Balita , dirasakan semakin penting/strategis dalam menjalankan program  Pembangunan Keluarga  di lingkungan pertama dan utama yaitu keluarga.  Oleh karena itu pengetahuan, ketrampilan dan kemampuannya perlu ditingkatkan dengan kegiatan pembinaan “Kader Bina Keluarga Balita“ agar para Kader/pengelola lebih memahami berbagai tugas fungsinya dalam mendukung program Pembangunan Keluarga.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga Allah SWT,  senantiasa meridhoi usaha kita sehingga kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat  dalam rangka pengabdian kita membangun masyarakat Kota Salatiga yang sehat, mandiri dan sejahtera.


Selasa, 9 Maret 2021.

Selasa, 26 Januari 2021

PRESIDEN JOKOWI TUNJUK BKKBN KETUAI PROGRAM PERCEPATAN PENANGANAN ‘STUNTING’

Penanganan stunting di Indonesia akan dilakukan dalam kerangka pembangunan keluarga secara integral

Presiden Joko Widodo menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai badan yang bertanggung jawab dan mengetuai pelaksanaan percepatan penurunan angka stunting (kekerdilan pada anak) di Indonesia. Hingga tahun 2024 mendatang, penurunan angka tersebut ditargetkan untuk turun hingga 14 persen dari angka yang sebesar 27,6 persen di tahun 2019 lalu.

“Hari ini Bapak Presiden memberikan amanah kepada BKKBN dalam bentuk perintah agar menjadi Ketua Pelaksana untuk percepatan penurunan stunting. Saya sebagai Kepala BKKBN tentu menerima amanah ini dengan niat dan tekad yang kuat,” ujar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 25 Januari 2021, selepas rapat terbatas bersama Presiden dan jajaran terkait.

Selama ini, penurunan angka stunting di Indonesia masih berada pada angka 1,6 persen per tahunnya. Melalui penugasan tersebut, Presiden memiliki target bahwa setidaknya dalam tiap tahun angka stunting di Indonesia dapat diturunkan hingga 2,7 persen.

Sejumlah langkah luar biasa segera dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam kesempatan yang sama menjelaskan, penanganan stunting di Indonesia akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai landasan hukum pelaksanaan.

“Artinya bahwa penurunan angka stunting ini basisnya adalah dalam upaya untuk membangun keluarga sehingga pembangunan keluarga tidak hanya sebatas pembatasan atau penjarangan angka kelahiran, tetapi betul-betul pembangunan keluarga yang integral. Salah satunya adalah penurunan angka stunting,” ucapnya.

Pemerintah menaruh perhatian besar bagi upaya pengurangan angka stunting ini. Sebab, hal tersebut dapat memengaruhi kualitas angkatan kerja Indonesia di masa mendatang.

BKKBN dalam menjalankan tugas ini akan dibantu oleh sejumlah kementerian yang memiliki perpanjangan tangan langsung hingga tingkat daerah dan akan segera menyusun langkah konkret, detail, serta terukur berdasarkan data pemetaan angka stunting yang telah ada.

“Bapak Presiden juga meminta supaya daerah-daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang angka stunting-nya masih tinggi betul-betul memiliki kesungguhan dalam upaya menangani stunting ini,” tandasnya.

(BPMI Setpres)

Sumber: presidenri.go.id

Rabu, 18 November 2020






    Dalam pemberdayaan Kader TRIBINA dan UPPKS di Kota Salatiga dalam rangka ikut berperan dan sebagai pelaksana langsung Program BANGGA KENCANA melalui kegiatan Kelompok BKB, BKR, BKL dan UPPKS demi terwujudnya keluarga yang bahagia dan sejahtera. Kegiatan ini bertujuan untuk

  1. Meningkatkan peran serta dan kepedulian institusi masyarakat melalui kelompok kegiatan TRIBINA dan UPPKS untuk menjadi pengelola dan pelaksana  Program Bangga Kencana yang mandiri dan dinamis. 
  2. eningkatkan wawasan, pengetahuan dalam rangka implementasi Program Bangga Kencana di Kota Salatiga serta sebagai sarana pertukaran informasi antar sesama Kader TRIBINA dan UPPKS di Kota Salatiga.
  3. Kader TRIBINA dan UPPKS diharapkan dapat berperan langsung dalam rangka meningkatkan capaian ber-KB di Kota Salatiga melalui penggunaan kontrasepsi MKJP bagi PUS di wilayah binaan masing-masing.

Peserta dari kegiatan ini adalah Kader TRIBINA dan UPPKS se Kota Salatiga yang berjumlah 75 orang yang tersebar di 4 Kecamatan dengan tema materi yaitu :

  1. Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui UPPKS dengan narasumber dari Perwakilan BKKBN Prov. Jateng.
  2. Optimalisasi Program BANGGA KENCANA oleh Kabid KB, KKK pada DPPKB Kota Salatiga.
  3. Mewujudkan Keluarga Berkualitas dengan TRIBINA oleh Kasi. Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga pada DPPKB Kota Salatiga.
Kegiatan ini diharapkan para Kader TRIBINA dan UPPKS di Kota Salatiga dapat :
  1. Memberikan kontribusi secara nyata dalam keberhasilan program Bangga Kencana di Kota Salatiga, karena Kader TRIBINA dan  UPPKS adalah sebagai ujung tombak dan kepanjangan tangan dari pemerintah sekaligus mitra kerja demi keberhasilan program Bangga Kencana.
  2. Adanya pertukaran informasi antar sesama kader serta meningkatnya wawasan, pengetahuan dan ketrampilan Kader dalam mewujudkan Keluarga Kecil, Keluarga yang Berketahanan, Keluarga yang Berkarakter dan Keluarga yang Sejahtera

Minggu, 08 November 2020

PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUAGA MELALUI KELOMPOK UPPKS DI KOTA SALATIGA



Dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia yang ada di Kelompok UPPKS dalam rangka peningkatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga serta menekan angka kemiskinan di Kota Salatiga. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan inovasi Kader terhadap pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui kegiatan Kelompok UPPKS. Adanya intervensi dari Kelompok UPPKS dalam rangka menciptakan keluarga kecil bahagia dan sejahtera serta menekan angka kemiskinan di Kota Salatiga. Ikut berperan secara langsung dalam menciptakan ekonomi yang kuat dan stabil di Kota Salatiga.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para Kader UPPKS dapat berperan serta dalam mewujudkan Program Bangga Kencana di Kota Salatiga melalui kegiatan Kelompok UPPKS. Meningkatkan kegiatan dan pengelolaan Kelompok UPPKS di Wilayahnya masing-masing. Adanya kerjasama antara Kelompok UPPKS dengan Lintas Sektor/OPD terkait di Kota Salatiga agar terdapat sinergitas dalam peningkatan usaha. Meningkatnya wawasan, pengetahuan, keterampilan dan inovasi bagi para Kader UPPKS  tentang Pemberdayaan Ekonomi berbasis keluarga.

SOSIALISASI PENANGANAN STUNTING

 




Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai wadah kegiatan keluarga yang mempunyai anak balita (masa emas/golden age period) menjadi sangat penting dalam pembinaan tumbuh kembang balita. Ada tujuh (7) aspek perkembangan yang harus distimulasi dan dipantau dengan Kartu Kembang Anak (KKA). Kurangnya Stimulasi dapat menghambat dan mengganggu tumbuh kembang anak.


Berdasarkan data kesehatan (PSG 2017) Prevalensi Balita Stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 29,6% (batasan WHO 20%). Sedangkan data stunting di Salatiga pada tahun 2019 adalah 10,8% yang artinya sekitar  1 dari 10 balita mengalami stunting. Sunting dapat dicegah melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup. Oleh karena itu Partisipasi masyarakat, kader dan mitra kerja dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak perlu ditingkatkan.

Salatiga, 6 November 2020

PEMBINAAN DAN PENINGKATAN KUALITAS KELOMPOK PIK REMAJA DI KAMPUNG KB KECANDRAN



Kelompok PIKR (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) di Kampung KB ada 5 yakni, PIK Remaja Kampung KB Blotongan, Kauman Kidul, Tingkir  Lor, Kumpulrejo dan Kecandran.

1.    Terbentuknya Generasi Berencana (GenRe), yaitu remaja yang terhindar dari TRIAD KRR yakni tidak nikah dini, tidak sex pranikah dan tidak mengkonsumsi NAPZA. Generasi berkualitas adalah generasi yang terhindar dari TRIAD KRR tentu tidak lepas dari kemandirian secara intelektual, ekonomi dan berwawasan kedepan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang mandiri, berkualitas dan sejahtera.

2.  Agar remaja yang tergabung dalam kelompok PIKR Kampung KB Kecandran mempunyai keahlian dan Ketrampilan (life skill) dalam hal usaha sablon sehingga dapat memperkenalkan produk unggulan dan meningkatkan pendapatan remaja di Kampung KB Kecandran.


Selasa, 27 Oktober 2020

PEMBINAAN KETAHANAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA





Salatiga, 17/10/202. Melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang dilaksanakan dengan cara peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperan dalam kehidupan keluarga

Makin bertambah usia seseorang makin banyak mengalami permasalahan fisik, mental, spiritual, ekonomi dan sosial. Permasalahan yang sangat mendasar adalah masalah kesehatan akibat proses degeneratif (seperti hipertensi, jantung, osteo artritis, stroke, DM dsb). Selain itu juga adanya penurunan kemampuan fungsi organ tubuh.

 Oleh karena itu sangat penting  untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan bagi anggota keluarga yang mempunyai lansia, melalui pengelolaan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku serta ketrampilan keluarga dalam membina dan mensejahterakan keluarga lansia. Dan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian peran aktif keluarga

Minggu, 25 Oktober 2020

PENINGKATAN KUALITAS TENAGA PEMBERI PELAYANAN KB DI KOTA SALATIGA





Dalam rangka untuk pemberdayaan Petugas Pemberi Pelayanan KB di Kota Salatiga dalam rangka ikut berperan dan sebagai pelaksana langsung Program Bangga Kencana melalui kegiatan Pelayanan KB.T ujuanKegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kinerja dan kualitas bagi pemberi  pelayanan KB di Fasilitas Kesehatan (KKB), meningkatkan pengetahuan, sikap perilaku masyarakat terhadap pelaksanaan Program Pelayanan Keluarga Berencana dalam rangka mengatur kelahiran dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta terlaksananya upaya-upaya perbaikan terhadap pemenuhan standar pelayanan KB

Salatiga 22 Oktober 20202

Rabu, 21 Oktober 2020

PEMBINAAN DAN PENINGKATAN KUALITAS KELOMPOK PIK REMAJA DI KAMPUNG KB BLOTONGAN

 


Kelompok PIK Remaja di Kampung KB ada 5 yakni, PIK Remaja Kampung KB Blotongan, Kauman Kidul, Tingkir  Lor, Kumpulrejo dan Kecandran.

Undang-undang No. 52 Tahun 2009 pada pasal 48 dijelaskan bahwa Peningkatan Kualitas Remaja dilakukan dengan memberikan akses informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan tentang penyiapan kehidupan berkeluarga. 

Outcome dari kegiatan ini adalah terbentuknya Generasi Berencana (GenRe), yaitu remaja yang terhindar dari TRIAD KRR yakni tidak nikah dini, tidak sex pranikah dan tidak mengkonsumsi NAPZA.

Generasi berkualitas adalah generasi yang terhindar dari TRIAD KRR tentu tidak lepas dari kemandirian secara intelektual, ekonomi dan berwawasan kedepan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang mandiri, berkualitas dan sejahtera.



#berencanaitukeren 

#genresalatiga 

Senin, 19 Oktober 2020

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF (BKB-HI) BAGI PENGURUS/KADER BKB DI KOTA SALATIGA TAHUN 2020


Dalam rangka menunjang keberhasilan  penyelenggaraan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana di Kota Salatiga melalui kegiatan Kelompok BKB dan dalam rangka meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan bagi Pengurus/Kader BKB maka perlu dilaksanakan kegiatan Pembinaan dan Pengembangan BKB HI Bagi Pengurus/Kader BKB di Kota Salatiga Tahun 2020.

Maksud dari Kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan Pengurus/Kader BKB di Kota Salatiga dalam rangka ikut berperan dan sebagai pelaksana langsung Program Bangga Kencana melalui kegiatan Kelompok BKB demi terwujudnya balita yang cerdas dan ceria

Bagi Lembaga untuk mendapatkan informasi dan edukasi Program Bangga Kencana dalam perencanaan keluarga dengan pendekatan pada optimalisasi perhatian pola asuh anak balita dikeluarga.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan kepedulian Pengurus/Kader BKB dalam pengasuhan tumbuh kembang balita.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang Program Bangga Kencana serta sebagai sarana pertukaran informasi antar sesama Pengurus/Kader BKB di Kota Salatiga dalam hal aktivitas/kegiatan di Kelompok BKB.Kegiatan ini di ikuti oleh Pengurus/Kader BKB di Kota Salatiga berjumlah 51 orang yang tersebar di 23 Kelurahan. 

#bkb

#berencanaitukeren 

#2anaklebihsehat

Kamis, 15 Oktober 2020

PENINGKATAN KUALITAS PROGRAM PEMBANGUNAN KELUARGA, KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA (BANGGA KENCANA) BAGI BABINSA DAN BABINKAMTIBMAS DI KOTA SALATIGA TAHUN 2020





Dalam rangka menunjang keberhasilan  penyelenggaraan Program Pembangunan Keluarga,  Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) selama ini tidak bisa dipisahkan dari upaya penggerakan Program Bangga Kencana di tingkat lini lapangan. Hal ini dipandang perlu adanya upaya meningkatkan partisipasi dan peran serta dari Babinsa dan Babinkamtibmas bersama-sama dengan masyarakat agar program Bangga Kencana di Kota Salatiga tercapai dengan baik dan berhasil dalam rangka mewujudkan masyarakat Kota Salatiga yang Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat (SALATIGA SMART), maka perlu dilaksanakan kegiatan Peningkatan Kualitas Program Bangga Kencana Bagi Babinsa dan Babinkamtibmas di Kota Salatiga Tahun 2020.

Kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan institusi terkait melalui penumbuhan, pembinaan dan pengembangan peran Babinsa dan Babinkamtibmas dalam Program Bangga Kencana di Kota Salatiga.

 Tujuan dari Kegiatan ini adalah :

1.     Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan kepedulian institusi terkait untuk menjadi pengelola dan pelaksana  Program Bangga Kencana yang mandiri dan dinamis.

2.     Babinsa dan Babinkamtibmas diharapkan dapat memberikan Informasi, Edukasi dan Motivasi kepada masyarakat tentang penggunaan kontrasepsi MKJP dan KONTAB bagi PUS di wilayah binaan masing-masing.

3.     Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan tentang Program Bangga Kencana serta sebagai sarana pertukaran informasi antar sesama Babinsa dan Babinkamtibmas.

            Kegiatan ini adalah Babinsa dan Babinkamtibmas di Kota Salatiga berjumlah 50 orang yang tersebar di 23 Kelurahan yang dilkasanakan pada tanggal 15 Oktober 2020 di Hotel d'Emrik Kota Salatiga .

       Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para Babinsa dan Babinkamtibmas di Kota Salatiga dapat :

1.     Memberikan kontribusi secara nyata dalam upaya keberhasilan program Bangga Kencana karena Babinsa dan Babinkamtibmas adalah aparat yang paling dekat dengan masyarakat dan kepanjangan tangan dari pemerintah sekaligus mitra kerja demi keberhasilan program Bangga Kencana.

 

2.     Memberikan Informasi, Edukasi dan Motivasi kepada masyarakat tentang penggunaan kontrasepsi MKJP dan KONTAB bagi PUS di wilayah binaan masing-masing dalam rangka meningkatkan kesertaan ber-KB.





Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Kelompok PIK Remaja di Kampung Tingkir Lor Tahun 2020

 




Kebijakan Pembangunan Keluarga diarahkan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan SDM yang berkualitas dilahirkan dari keluarga-keluarga yang berkualitas. Pemerintah sebagai penyelenggara negara dituntut aktif membangun kualitas manusia demi tercapainya cita-cita bangsa, yakni bangsa yang mandiri dan berdaulat, dari sisi sosial, budaya dan ekonomi.

Undang-undang No. 52 Tahun 2009 pada pasal 48 bahwa Peningkatan Kualitas Remaja dilakukan dengan memberikan akses informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. Pembinaan Ketahanan Remaja merupakan bagian dari kebijakan Pembangunan Keluarga dalam upaya menyiapkan :

1.    Remaja sebagai calon orang tua agar mampu membangun keluarga berkualitas sehingga melahirkan generasi yang juga berkualitas

2.    Remaja sebagai calon penduduk usia produktif agar mampu menjadi aktor/pelaku pembangunan.

Outcome dari Pembinaan Ketahanan Remaja adalah terbentuknya Generasi Berencana (GenRe), yaitu remaja yang memiliki perencanaan dalam mempersiapkan dan melewati transisi kehidupan remaja dengan mempraktikkan hidup bersih dan sehat, melanjutkan pendidikan, memulai berkarir, menjadi anggota masyarakat yang baik serta membangun keluarga yang berkualitas.

Saat ini hampir 35% penduduk Indonesia merupakan kaum milenial dan Zillenial.   

Untuk membentuk karakter positif remaja dalam menghadapi bonus demografi, maka perlu diarahkan melalui wadah remaja (PIK Remaja, Saka Kencana) sehingga mampu menjadi penggerak dalam membangun ketahanan remaja dengan komunitas sebayanya.

Generasi berkualitas tentu tidak lepas dari kemandirian secara ekonomi. Keluarga perlu menanamkan pengelolaan keuangan yang baik mulai dari masa anak-anak hingga dewasa. Diajari untuk tidak boros dan bahkan mandiri secara keuangan, dengan mulai belajar menjadi wira usaha. Sehingga saat dewasa dan berkeluarga, generasi kita merupakan generasi yang sejahtera, memiliki usaha ekonomi produktif dan memiliki investasi. 

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ucapkan selamat mengikuti  pertemuan ini,  semoga informasi yang didapatkan dalam kegiatan ini dapat disosialisasikan,  diimplementasikan dan bermanfaat bagi remaja di wilayahnya masing-masing.





Selasa, 08 September 2020

Terimakasih Ibu Sri Sarwanti

Terimakasih atas bimbingan dan arahan yang Ibu berikan selama di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Salatiga, Terima Kasih Ibu Sri Sarwanti, ibu akan selalu menjadi teladan bagi kami



Minggu, 22 September 2019

Temu Kreativitas Saka Kencana Kota Salatiga 2019


Salatiga. 21 September 2019.
Kegiatan temu Kreativitas dan Kemah Bakti Saka Kencana Salatiga Berlangsung Khidmat dan Meriah, Ka Sri Sarwanti selaku Ketua Pinsaka Kencana Salatiga berharap pada kegiatan ini dapat menjadikan motivasi bagi pramuka pramuka yang ada di Kota Salatiga, dan Saka Kencana bisa menjadi unung tombak dalam menyebarkan serta sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Salatiga terutama tentang Saka Kencana dan juga NKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). Seusai Pengukuhan Pengurus Pinsaka Kencana Kota Salatiga Periode 2019-2022. Kegiatan ini berlangsung di Taman Kota Salatiga.